Google, YouTube, dan Blog Techcrunch

0
316

Setidaknya ada tiga kejutan dalam proses transaksi Google mengakuisisi situs berbagi video YouTube yang terjadi pekan lalu.

Pertama: rumor ini pertama kali muncul di blog Techcrunch (www.techcrunch.com), Jumat, 6 Oktober, lalu. Posting tiga paragraf Michael Arrington itu langsung menohok pasar, menggelinding di seantero blogosfer dan bergaung hingga ke newsroom media-media utama.

Arrington menulis nilai akuisisi tersebut adalah US$ 1,65 miliar atau Rp 15,2 triliun. “Berdasarkan pengalaman, rumor semacam ini 40 persen benar,” demikian tulisnya di bagian akhir posting-nya.

Hanya berselang beberapa jam kemudian, masih pada hari yang sama, surat kabar besar Wall Street Journal (online.wsj.com/WSJ) mengkonfirmasi rumor tersebut. Techcrunch langsung menambahkan berita WSJ itu sebagai update di posting-nya.

Kedua: rumor yang digulirkan Techcrunch dan konfirmasi WSJ ternyata benar-benar terjadi. Tiga hari kemudian, yakni Senin, 9 Oktober, Google mengumumkan telah membeli YouTube dengan harga US$ 1,65 miliar dalam bentuk saham.

Tapi kedua perusahaan tetap akan beroperasi secara terpisah. YouTube akan tetap mempekerjakan 67 anggota stafnya, termasuk pendirinya, Chad Hurley dan Steve Chen, yang mendadak jadi miliuner baru.

YouTube diluncurkan pada Februari 2005 dan penggunanya tumbuh dengan cepat hingga menjadi situs berbagi video yang paling populer di Internet.

Saat ini YouTube menyediakan sekitar 100 juta video yang dilihat setiap hari dan diperkirakan dikunjungi oleh sekitar 72 juta orang setiap bulan.

Ketiga: inilah proses akuisisi tercepat sepanjang sejarah–setidaknya jika dihitung dari saat pertama dibocorkan blog Techcrunch dan pengumuman resmi Google.

Ya, inilah yang paling membahagiakan dan membanggakan saya: ketika blog sudah bisa disejajarkan dengan media utama, seperti WSJ.

Malah, dalam konteks kecepatan pemberitaan kasus transaksi Google ini, terbukti blog Techcrunch lebih cepat ketimbang WSJ!

Jadi bukan proses atau nilai akuisisinya sendiri yang menarik hati saya. Tapi, ketika sebuah blog mampu mengendus dan memberitakan rumor transaksi besar yang kemudian terbukti benar, di situlah letak kedahsyatan blog!

Bukankah ini sesuatu yang pantas dirayakan oleh para penghuni blogosfer?

Budi Putra

Koran Tempo, Minggu 15 Oktober 2006 | e-culture

NO COMMENTS

Leave a Reply